Jumat, 08 Februari 2013

Perayaan Isra' Mi'raj


Perayaan Isra Mi’raj merupakan perkara yang diada-adakan, yang orang-orang jahil menisbatkannya kepada syariat, dan mereka menjadikan kebiasaan itu dilakukan setiap tahun, dan perayaan itu diadakan pada malam ke-27 dari bulan Rajab. Mereka berkumpul kemudian membaca kisah Mi’raj yang dinisbatkan kepada ibnu ‘Abbas, yang semua penisbatan tersebut batil dan sesat. Dan tidak ada yang shahih dari kisah tersebut kecuali sedikit saja. Begitu juga kisah ibnu as-Sulthan, seorang lelaki yang tidak pernah shalat kecuali dibulan Rajab, maka ketika dia wafat tampaklah tanda-tanda keshalihannya, maka Rasulullah ditanya tentangnya, maka beliau bersabda,”Sesungguhnya itu karena dia bersungguh-sungguh dan berdoa dibulan Rajab.” Dan kisah ini adalah dusta, haram untuk membacanya dan meriwayatkannya kecuali untuk menjelaskan kedustaannya. السنن والمبتدعات ص(147) ، والإبداع ص (272)
                        Dan perayaan ini yang dilakukan pada hari ke-27 dari bulan Rajab, dan orang-orang yang mengira bahwa malam tersebut adalah malam Isra Mi’raj pada dasarnya telah salah, karena tidak kuat pendapat yang mengatakan bahwa Rasulullah di-Isra-kan pada malam tersebut. Maka sungguh para ulama telah berselisih mengenai malam dimana Rasulullah di-Isra Mi’raj-kan.
Ibnu Hajar al-Asqalani berkata,”Dan sungguh telah terjadi perselisihan mengenai waktu Mi’raj, ada yang mngatakan bahwa kejadian itu sebelum Nabi Muhammad diangkat menjadi rasul, dan pendapat ini lemah.”
Dan banyak ulama yang berpendapat bahwa kejadian tersebut terjadi setelah Beliau diangkat menjadi Rasul, kemudian mereka berselisih kembali : ada yang mengatakan setahun sebelum hijrah, ini adalah perkataan ibnu Sa’d dan selainnya, dan imam an-Nawawi sependapat dengannya. Dan ibnu Hazm menyampaikan bahwa telah dinukil ijma bahwa kejadian itu terjadi pada bulan Rabiul awal, dan pendapat ini banyak  disebutkan, maka sesungguhnya dalam hal ini telah terjadi perselisihan yang banyak, lebih dari sepuluh pendapat mengenainya sebagaimana yang disebutkan ibnu Jauzi. فتح الباري (7/203)
               Telah ijma para Salafush Shalih bahwasanya menjadikan suatu musim (sebagai perayaan) selain musim-musim yang disyariatkan merupakan bagian dari bidah yang diada-adakan yang Rasulullah melarang hal tersebut.
               Maka perayaan malam Isra Miraj merupakan bidah yang diada-adakan yang belum pernah dilakukan para Sahabat, Tabiin, dan orang-orang yang mengikuti mereka dari para Salafush Shalih, padahal mereka adalah manusia yang paling semangat melakukan kebaikan dan amal shalih.
FATWA-FATWA ULAMA MENGENAI ISRA MI’RAJ:
1.       Imam ibnu Rajab berkata,Telah diriwayatkan bahwa telah terjadi kejadian-kejadian besar dibulan Rajab, dan tidak ada sedikitpun yang shahih tentang hal tersebut, maka diriwayatkan juga bahwa Rasulullah dilahirkan pada awal malam pada bulan Rajab, dan diangkat menjadi rasul pada hari ke-27 dari bulan Rajab adapula yang mengatakan hari ke-25, maka tidak ada sedikitpun yang shahih tentang hal tersebut. لطائف المعارف ص(168)
2.       Telah berkata abu Syamah,Telah menyebutkan sebagian tukang cerita bahwa Isra terjadi pada bulan Rajab, dan hal tersebut menurut ahli tadil dan jarh merupakan pendapat yang dusta. الباعث ص (171)
3.       Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah,Dan adapun menjadikan sebuah musim (sebagai perayaan) selain musim-musim yang disyariatkan seperti sebagian malam-malam dibulan Rabiul awal yang dikatakan bahwa itu adalah malam mauled, atau sebagian malam-malam dibulan Rajab, atau hari ke-18 bulan Dzulhijjah, atau jumat pertama dibulan Rajab, atau hari ke-8 dibulan Syawal yang dinamakan oleh orang-orang jahil sebagai Iedul Abrar , maka sesungguhnya hal tersebut adalah bidah yang tidak pernah dianjurkan para salaf dan merekapun tidak melakukannya,.. مجموع الفتاوى (25/298)
Dikutip dari risalah al-Bida’ al-Hauliyah yang ditulis Syaikh Abdullah at-Tuwaijiry (maktabah syamilah)

Tidak ada komentar: